Postingan

 Hai. Apa kabar? Baru sehari ya kita tidak bertukar kabar. Tenang saja, dari awal saya memang sudah mempersiapkan jika kamu akan menghilang. Namun alasan kepergian lelaki sepertimu selalu tidak sesuai nalar. Saya tahu kamu jelas ingin yang lebih baik dari wanitamu dulu, dan saya mungkin tidak miliki itu. Sejak awal saya bilang, jika hanya penasaran lebih baik kamu pergi sekarang. Tapi mengapa saat saya sudah jatuh terlalu dalam kamu malah kembali pada masa lalu yang menyakitkan? Saya tahu ini jahat, tapi semoga kamu tidak bahagia setelah membuat hati ini tersayat. -d, dari hati yang penuh benci.
 Terkadang aku masih sering menyelami galeri. Melihat sisa kenangan tentang kita yang masih tersimpan rapi. Bagaimana senyummu terukir kala bersamaku, juga bagaimana caramu tertawa yang selalu ku ingat itu. Semua kenangannya masih ada. Entah mengapa aku tidak ingin menghilangkannya. Bukan untuk menciptakan rindu yang baru, namun lebih seperti aku ingin mengenang bahwa pernah ada seseorang yang bersedia menungguku. Hanya saja terhalang restu, juga Tuhan kita yang tidak satu. d, di malam yang sama kala kita bertemu.
 Bahwa sebenarnya pada hari itu aku menantimu untuk berbalik dan menatap ke arahku. Tapi kamu tetap berlalu. Membiarkan cerita berakhir menjadi kenangan. Membawa semua rasaku pergi dan menghilang. Itu kamu. Kamu yang membiarkan ku menunggu di tengah luka. Kendati ku mengharap namamu dalam doa, tidak jua hadirmu datang menyapa. Memang benar, yang terlalu besar menaruh harap, akan cepat hancur dalam dekap. D, 1597 hari setelah berpisah.
 Saat patah hati kamu akan merasa bahwa di dunia ini hanya ada kamu sendiri. Bahwa semua sakit tercipta hanya untuk kamu rasakan sendiri. Maka menangislah kamu seakan luka akan ikut luruh bersama jatuhnya air dari matamu. Bersedihlah sepuasnya sampai kamu lupa apa yang membuatmu menangis. Setelah itu lupakan. Pergilah bersama temanmu. Tertawalah karena kebodohan orang di sekitarmu. Ceritakan tentang grup sepak bola favoritmu yang kalah di pertandingan Minggu lalu. Ceritakan gosip terbaru yang temanmu belum tahu. Tertawalah dengan keras pada hal-hal lucu yang sebenarnya biasa saja. Dan ketika kamu di rumah sendiri, tak apa untuk menangis lagi. Karena semua orang berhak patah hati selayaknya semua berhak untuk mencintai.   -d, tepat seminggu di bulan ini.
 Terkadang tengkar itu perlu. Setelah bertengkar yang berapi-api, kita jadi tahu bagaimana cara semesta menguji. Terimakasih untukmu yang bersedia tabah. Menghadapi aku yang kadang penuh amarah. Tentang cerita yang berlangsung lama, biarkan kenangan bekerja untuk mengingatkan bahwa kita pernah sekeras itu mempertahankan. Terkadang ego sama-sama meninggi. Membuat aku lupa, kamu laki-laki punya harga diri, sedang aku perempuan terlalu sering menggunakan hati. Kamu berhak mengingatkan saat aku lupa membumi. Aku pun berhak memarahi saat kamu tidak menjadi selayaknya laki-laki, yang seharusnya menjadi pelindung wanitanya dari riuhnya kehidupan di bumi. -d
Sore tadi saya melalui jalan itu. Jalanan yang selalu kita lewati dulu. Saya beri tahu kondisinya. Tikungannya masih tajam, kelokan yang berliku masih sama seperti dulu kita tinggalkan, juga lubang besar di pinggir jalan masih belum tersentuh perbaikan. Ternyata jalanannya masih sama. Pedagang pinggir jalan itu juga masih berada di sana. Semua terlihat sama seperti dulu kita lewati berdua.  Yang hilang hanya pulang perginya kita. -d, 1597 hari setelah berpisah.