Hai. Apa kabar?

Baru sehari ya kita tidak bertukar kabar. Tenang saja, dari awal saya memang sudah mempersiapkan jika kamu akan menghilang. Namun alasan kepergian lelaki sepertimu selalu tidak sesuai nalar. Saya tahu kamu jelas ingin yang lebih baik dari wanitamu dulu, dan saya mungkin tidak miliki itu. Sejak awal saya bilang, jika hanya penasaran lebih baik kamu pergi sekarang. Tapi mengapa saat saya sudah jatuh terlalu dalam kamu malah kembali pada masa lalu yang menyakitkan? Saya tahu ini jahat, tapi semoga kamu tidak bahagia setelah membuat hati ini tersayat.


-d, dari hati yang penuh benci.

Komentar