Bahwa sebenarnya pada hari itu aku menantimu untuk berbalik dan menatap ke arahku.
Tapi kamu tetap berlalu.
Membiarkan cerita berakhir menjadi kenangan.
Membawa semua rasaku pergi dan menghilang.
Itu kamu.
Kamu yang membiarkan ku menunggu di tengah luka.
Kendati ku mengharap namamu dalam doa, tidak jua hadirmu datang menyapa.
Memang benar, yang terlalu besar menaruh harap, akan cepat hancur dalam dekap.
D, 1597 hari setelah berpisah.
Komentar
Posting Komentar