Terkadang aku masih sering menyelami galeri. Melihat sisa kenangan tentang kita yang masih tersimpan rapi. Bagaimana senyummu terukir kala bersamaku, juga bagaimana caramu tertawa yang selalu ku ingat itu. Semua kenangannya masih ada. Entah mengapa aku tidak ingin menghilangkannya. Bukan untuk menciptakan rindu yang baru, namun lebih seperti aku ingin mengenang bahwa pernah ada seseorang yang bersedia menungguku. Hanya saja terhalang restu, juga Tuhan kita yang tidak satu.
d, di malam yang sama kala kita bertemu.
Komentar
Posting Komentar