Terkadang tengkar itu perlu. Setelah bertengkar yang berapi-api, kita jadi tahu bagaimana cara semesta menguji.
Terimakasih untukmu yang bersedia tabah. Menghadapi aku yang kadang penuh amarah.
Tentang cerita yang berlangsung lama, biarkan kenangan bekerja untuk mengingatkan bahwa kita pernah sekeras itu mempertahankan.
Terkadang ego sama-sama meninggi. Membuat aku lupa, kamu laki-laki punya harga diri, sedang aku perempuan terlalu sering menggunakan hati.
Kamu berhak mengingatkan saat aku lupa membumi. Aku pun berhak memarahi saat kamu tidak menjadi selayaknya laki-laki, yang seharusnya menjadi pelindung wanitanya dari riuhnya kehidupan di bumi.
-d
Komentar
Posting Komentar